Sabtu, 30 Oktober 2010

Rekor Kandang Bukan Jaminan

Manchester - Manchester United punya rekor kandang bagus bila menghadapi Tottenham Hotspur. Akan tetapi, bila melihat situasi terkini, rekor ciamik itu bisa jadi tidak punya arti.

Itulah pendapat gelandang MU, Michael Carrick. Pada Sabtu (30/10/2010), The Red Devils bakal menjamu Spurs di pekan kesepuluh Liga Inggris di Stadion Old Trafford.

Sebagai catatan, MU sudah tidak pernah kalah dari Spurs di Old Trafford dalam 21 tahun belakangan. Kemenangan terakhir Spurs terjadi pada 16 Desember 1989 dengan skor 0-1 ketika divisi teratas Inggris masih bernama Divisi 1.

"Rekor seperti itu tidak akan memengaruhi pertandingan," komentar Carrick seperti yang dilansir situs resmi MU.

Carrick menambahkan, bila MU punya sebuah tempat di mana mereka sulit menang, maka rekan-rekannya akan berusaha melupakan catatan itu dan menghadapi pertandingan sebagai sesuatu yang baru.

"Jika kami memetik hasil buruk di sebuah tempat, maka kami akan menghadapi pertandingan sebagai pertandingan yang segar, semuanya baru. Kami harus waspada karena ini pertandingan besar," tukas gelandang yang pernah memperkuat Spurs itu.

Carrick mengingatkan kalau Spurs adalah tim yang kuat. Keberhasilan pasukan asuhan Harry Redknapp yang sementara duduk di peringkat kelima Premiership menjadi bukti sahihnya.

"Mereka bermain bagus dan memetik beberapa hasil bagus. Mereka punya skuad yang kuat, jadi ini akan jadi tantangan. Tapi kami selalu bangkit menghadapi tantangan, semoga itu yang terjadi nanti," pungkas Carrick.

Denmark Open Super Series Indonesia Gagal Pastikan Finalis Ganda Putra

    Odense - Cuma tertinggal satu wakil Indonesia di ganda putra Denmark Open Super Series. Kegagalan satu pasangan di perempatfinal membuat kepastian satu tempat di final gagal diraih.

Unggulan kedua Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi ganda Indonesia pertama yang bermain di Odense Sports Park, Sabtu (30/10/2010) dinihari WIB, dengan menghadapi Michael Fuchs/Oliver Roth.

Di set pertama, duel Markis/Hendra kontra Fuchs/Roth berjalan ketat. Kejar-mengejar angka terjadi dari posisi 5-5, 9-9, 11-11, 16-16, dan 19-19 sebelum Markis/Hendra menutup set ini dengan 21-19.

Ketatnya pertarungan juga terjadi di awal set kedua sampai poin 6-6. Setelah itu, Markis/Hendra sedikit melejit sampai skor 17-11 dan akhirnya memenangi pertandingan dengan 21-18.

Sayangnya langkah Markis/Hendra tidak diikuti rekan senegaranya, Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto Chandra. Unggulan ketiga itu ditundukkan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.

Di set pertama, kedua pasangan bermain ketat sebelum Hendra/Alvent menang 21-17. Rubber game harus dimainkan karena di set kedua Endo/Hayakawa menang dengan skor 21-13.

Di set penentuan, duel seimbang terjadi hingga skor 10-10. Setelahnya, Endo/Hayakawa merebut lima poin tanpa balas sehingga memimpin 15-10. Hendra/Alvent mengejar dan menyamakan skor jadi 15-15.

Memasuki saat-saat krusial, Endo/Hayakawa unggul lagi 17-15 dan Hendra/Alvent menyamakannya kembali, 17-17. Namun pada akhirnya, Endo/Hayakawa menang 21-19 dan berhak maju ke semifinal.

Andai Hendra/Alvent menang, maka mereka akan menghadapi Markis/Hendra di semifinal sekaligus memastikan satu tiket final jadi milik pemain Indonesia. Namun, hasil ini membuat Hayakawa/Endo yang jadi lawan Markis/Hendra di empat besar.

Toyota Rush Ceper, Bawanya Mesti Super Hati-hati

   Pekanbaru - Namanya sudah niat, apapun akan dilakukan. Seperti yang dilakukan Afdhol Amrun dengan Toyota Rush lansiran tahun 2007 miliknya. Tampilannya sudah bersih, rapih dan klimis, tapi ternyata belum juga cukup.

Ya, demi bisa unjuk diri dalam kontes modifikasi, ia sampai rela membawa
mobilnya dari Padang sampai ke Pekanbaru melalui jalan darat, tentunya dengan kehati-hatian yang tinggi.

"Saya bawanya hati-hati sekali, sampai 12 jam, kecepatannya cuma 40 km/jam paling kencang. Normalnya Padang-Pekanbaru paling hanya 8 jam," cerita lelaki yang disapa Adol ini kepada detikOto, pekan lalu.

Memang apa sih yang membuat Adol sampai sangat hati-hati? Tak lain karena memang selain tampilannya, bodi cepernya membuat Adol harus waspada terhadap jalan rusak dan bergelombangnya lintas Sumatera.

Untuk bisa tampil seperti itu, Adol mengaku semuanya dibuat sendiri atau custom. Termasuk aplikasi bodikitnya yang terbilang harmonis dengan dimensi bodinya, sehingga tidak terlihat berlebihan.

Adol memang ingin mobilnya tampil elegan dan tidak macem-macem. Sehingga filosofi tersebut pun sampai masuk ke dalam kabinnya yang juga rapih dan enak dilihat dengan berbagai padanan lapisan kulit.

Sementara urusan performa mesin, memang rasanya tidak asyik kalau dibiarkan standar saja. Karenanya, porting dan polish pun dilakukan Adol pada Toyota Rush miliknya ini, serta penambahan air filter.

Total, untuk bisa tampil seperti ini, Yudi Motor Padang membutuhkan waktu
pengerjaan selama 6 bulan, dengan biaya yang harus dikeluarkan Adol mencapai Rp 90 jutaan.

Ada Apa Dengan PKS

 Jakarta - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) menolak untuk membatalkan kunjungan studi banding DPR ke luar negeri. Sementara FPAN dan FPDIP telah setuju untuk membatalkan kunjungan ke luar negeri.

PKS memang memberikan bantuan Rp 1 miliar untuk korban Merapi. Tapi sikap FPKS di DPR ini menimbulkan banyak kritik. Ada apa dengan PKS? Masihkah jargon 'peduli' melekat pada partai ini?

"Saya juga heran. Biasanya partai ini paling peduli dengan isu-isu populis. Seperti tanggap bencana. Itu pencitraan yang positif, sejak zaman Partai Keadilan, itu yang mereka lakukan," ujar pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya kepada detikcom, Jumat (29/10/2010).

Yunarto menduga ada degradasi sejak partai ini mengusung keterbukaan dan terbuka untuk semua. PKS tidak lagi memegang nilai ideologis yang kuat, yang selama ini menjadi ciri khas sekaligus menjadi nilai jual pada critical voter yang menginginkan perubahan. PKS seolah-olah belum menemukan fokus mereka.

"Proses perubahan ini tidak saja menjadi partai yang terbuka, tetapi ada degradasi," terang dia.

Yunarto menjelaskan dugaan akan adanya beberapa faksi atau kubu di jajaran pimpinan PKS makin besar. Yunanto menyebut ada faksi keadilan yang diisi oleh Hidayat Nur Wahid dan para tokoh senior PKS. Di faksi lain ada faksi sejahtera yang diisi Fahri Hamzah, Anis Matta dan tokoh-tokoh muda lainnya.

"Untuk faksi sejahtera ini cenderung terbawa pragmatis dan mengikuti pragmatisme sebagai politisi di DPR. Karena itu untuk beberapa hal terlihat perbedaan yang sangat ekstrem," tambah dia.

Menurut Yunarto sangat disayangkan jika PKS meninggalkan ideologinya. Hal ini akan membuat para pemilih PKS yang berasal dari critical voter seperti mahasiswa dan golongan intelektual berpaling. Termasuk kader PKS di tingkat akar rumput yang masih sangat militan.

"Sayang sekali untuk partai sekelas PKS yang memiliki basis massa yang kuat," terang dia.

Fahma dan Hania, 'Juara Dunia' Aplikasi dari Bandung

   Bandung - Berawal dari kecintaannya kepada sang adik Hania Pracika Rosmansyah (6), Fahma Waluya Rosmansyah (12) membuat aplikasi. Beberapa aplikasi edukasi dibuatnya untuk membantu adiknya belajar.

Usianya memang masih belia. Tapi karya mereka telah mendunia. Keduanya sukses menjadi juara dalam ajang 10th Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) 2010 untuk kategori Secondary Student Project, yang diselenggarakan di Malaysia, 12-16 Oktober silam.

Semuanya bermula dari mimpi dan kecintaanya kepada adiknya. Demikian ungkap Fahma saat berbincang dengan detikINET di rumahnya di Jalan Bukit Ligar No 19, Jumat petang (29/10/10).

"Saya sayang adik saya. Walaupun dia terkadang rewel. Apalagi kalau tidak ada maianan, dia selalu minta dibuatkan mainan. Dan dia sangat suka mainin hape punya ibu. Jadi saya buat aplikasi buat hape yang bisa dipakai dia dan buat dia belajar," tuturnya.

Dari Animasi dan Game


Kehebatan Fahma mengutak-atik komputer bukan tanpa sebab. Menurutnya, asal muasal ketertarikan akan dunia animasi dan game dipicu dari mimpinya menjadi seorang animator dan programer setiap dia menonton animasi atau main game,

"Jadi setiap saya nonton animasi atau lihat game saya bermimpi kalau saya yang buat. Saya bilang sama ibu, seru kayanya kalau saya bisa buat animasi atau aplikasi sendiri," katanya penuh percaya diri.

Dari situlah Fahma kemudian mulai belajar mendesain dan membuat aplikasi edukasi. Berawal dari buku pemberian Yusep Rosmansyah, Fahma kemudian serius menekuni hobi barunya.

"Dari kelas 4 SD saya mulai belajar membuat aplikasi. Awalnya coba-coba sendiri di komputer. Terus dikasih buku sama ayah. Dari buku terus coba-coba lagi. Akhirnya tahu shortkey. Dan akhirnya bisa membuat aplikasi, animasi dan presentasi," ungkapnya bangga.

Cukup 10 Menit


Dalam membuat aplikasi, peranan Hania sang adik juga tidak kalah besar. Dia menjadi tester dan pengisi suara bagi aplikasi buatan kakaknya.

"Eh, kak. Aku yang isi suaranya loh," celetuk Hania.

"Iya, semua aplikasi dan game buatan saya untuk adik saya belajar. Karena setiap saya buat aplikasi itu harus ada filosofinya," tambah Fahma.

Jawaban Fahma membuat detikINET penasaran akan kemampuannya. Tanpa ragu-ragu dia pun menawarkan diri untuk membuat aplikasi.

"Kakak mau aplikasi apa. Saya bisa buat dalam 10 menit," katanya.

Dengan cekatan, dia pun langsung membuka aplikasi Adobe Flash CS 3, software yang biasa dia gunakan untuk membuat aplikasi. Lincah jari-jarinya menggerak-gerakan mouse. Membuat sketsa dan memasukan beberapa script. Hebat. Dalam waktu kurang dari 10 menit, sebuah aplikasi sederhana tentang jenis-jenis hewan, suara dan ejaan namanya pun rampung.

"Biasanya saya pakai Flash dan Photoshop untuk desainnya. Ini aplikasi untuk membantu anak-anak kecil mengenal jenis hewan. Kan mereka cuma tau gambarnya, tapi tidak tahu suaranya seperti apa. Ditambah juga ejaan nama hewan ini," terangnya.

Tak mau kalah, si adik pun unjuk gigi. "Aku juga bisa," katanya sambil menenteng laptop.

"Aku udah bikin 8 aplikasi. Kakak mau lihat," katanya.

Aplikasi Edukasi


Dalam ajang APICTA 2010, keduanya mempresentasikan aplikasi yang namakan "My Moms Mobile Phone As My Sisters Tutor" (Telefon Seluler Ibuku untuk Belajar Adikku). Ada 3 aplikasi yang diciptakan Fahma. Aplikasi tersebut adalah English for Children (Enrich), Matematika Anak Pintar (Mantap) dan Belajar Huruf, Angka dan Warna (Banana).

"Enrich adalah sebuah kamus sederhana bahasa Inggris untuk anak-anak. Mantap itu untuk belajar matematika dan Banana untuk belajar mengenal huruf, angka, dan warna," jelasnya.

APICTA sendiri adalah kompetisi software antarnegara. Selain menyabet juara untuk kategori Secondary Student Project, mereka juga mencatat rekor sebagai Youngest OVI-Nokia Developer.

"Saingannya dari SMA dan kuliahan. Kita sendiri yang masih anak-anak. Dan kita harus presentasi dalam bahasa inggris. Deg-degan, tapi alhamdulilah kita yang menang," tukasnya

Bila Miss V Terasa Kering

Jakarta, Vagina kering merupakan masalah yang umum bagi perempuan selama dan setelah menopause. Tapi bukan berarti perempuan yang belum menopause terhindar dari masalah ini. Bagaimana mengatasi vagina kering?

Vagina kering adalah masalah yang dapat mempengaruhi perempuan dari segala usia, meskipun biasanya lebih umum terjadi setelah perempuan menopause. Vagina kering dialami oleh sekitar 17 persen perempuan antara usia 18 sampai 50 tahun dan dengan jumlah yang lebih tinggi dari wanita postmenopause di atas 51 tahun.

Vagina kering adalah kondisi medis yang mana vagina tidak dapat menghasilkan lendir pelumas yang cukup.

Meskipun bukan kondisi yang serius atau mengancam jiwa, kekeringan vagina bisa menyakitkan dan menyebabkan peningkatan risiko infeksi saluran kencing.

Infeksi saluran kencing dapat mengakibatkan komplikasi lain, seperti infertilitas (ketidaksuburan) dan kehamilan ektopik (di luar kandungan).

Kelembaban di vagina berasal dari pelumasan yang dihasilkan oleh kelenjar dalam leher rahim. Kelembaban yang dihasilkan di leher rahim bergerak melalui vagina, membantu menghilangkan sel-sel mati dan menjaga vagina bersih.

Ketika seorang perempuan terangsang secara seksual, kelenjar Bartholins yang terletak di pintu masuk ke vagina, menghasilkan kelembaban tambahan yang membuat seks lebih nyaman. Jika kelembaban yang cukup tidak diproduksi, seks bisa menjadi tidak nyaman atau bahkan menyakitkan.

Faktor-faktor yang menyebabkan vagina kering antara lain stres, tingkat estrogen rendah, obat-obatan tertentu (obat flu dan antidepresan) dan juga penggunaan produk pembersih organ intim yang beraroma atau bahan kimia lainnya.

Selain menyebabkan sakit ketika berhubungan seks, vagina kering juga dapat menyebabkan sakit saat melakukan kegiatan rutin seperti berdiri, duduk, berolahraga atau buang air kecil.

Gejalanya seperti nyeri terbakar atau menyebabkan gatal. Bibir vagina mungkin menjadi lebih tipis atau perubahan dalam bentuknya, cairan vagina dapat berubah warna atau memiliki sedikit bau.

Dilansir Ehow, Sabtu (30/10/2010), berikut perawatan dan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vagina kering:

1. Hindari bahan kimia pada vagina
Hindari penggunaan sabun atau bahan pembersih kimia yang dapat mengganggu kondisi alami vagina. Pastikan bahwa semua sabun dan produk higienis feminin memiliki pH seimbang dan tidak diberi wewangian.

2. Makanan tinggi asam lemak
Makanan tinggi asam lemak dapat membantu dalam memproduksi pelumasan vagina tambahan, seperti abu mentah, biji wijen, biji bunga matahari dan ikan (terutama salmon, mackerel dan tuna) yang tinggi asam lemak.

Suplemen vitamin A dan B, juga betakaroten memiliki kadar tinggi asam lemak omega 3. Vitamin E juga bisa menjadi pilihan tambahan asam lemak.

3. Isoflavon

Anda juga harus makan makanan yang mengandung isoflavon, yang dapat membantu mengatur kadar hormon. Makanan tinggi isoflavon seperti biji rami, kedelai, ceri, kacang-kacangan, apel dan seledri.

4. Minum air
Minum banyak air, menghindari minuman alkohol, kafein dan lain yang cenderung memiliki efek pengeringan. Membatasi karbohidrat tepung putih dan gula juga dapat membantu.

( Sumber: Detik.com)

   "Untuk itu lebih berhati - hatilah dalam melakukan pembersihan di bagian Miss V"

Seorang Pengungsi Merapi Dirujuk ke RSJ Karena Stres

      Jakarta - Meletusnya Gunung Merapi tidak hanya memakan korban dan merusak rumah warga. Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menemukan pengungsi-pengungsi yang menderita trauma dan stres. 

Mbah Retno (70), adalah salah satunya. Pria tua ini ditemukan seorang relawan BSMI, Rendi, dekat posko kesehatan, Kamis (27/10) malam.

Demikian keterangan pers dari BSMI yang diterima redaksi detikcom, Sabtu (30/10/2010).

Saat itu, Rendi merasa penasaran dengan bapak tua itu. Mbah Retno hanya berputar-putar di barak pengungsian dan berjalan merangkak, sambil membawa buntelan baju.

"Saya langsung mendekati dan menanyakan apa yang terjadi. Kata tetangganya, Pak Setro mengalami trauma setelah gunung merapi meletus. Dia jadi linglung. Padahal, sebelumnya masih sehat," ujar Rendi.

Setelah diperiksa beberapa saat oleh dokter jaga posko BSMI, Bambang Edi dan perawat jiwa, Herni Susanti, Setro akhirnya dilaporkan ke Camat dan Kades setempat dan selanjutnya dirujuk ke RSJ Grasia Pakem, Sleman.

BSMI tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan tapi juga memberikan trauma healing dengan mendatangkan dua perawat jiwa.

Hingga saat ini, BSMI masih membuka posko kesehatan di sejumlah posko pengungsian di Kecamatan Cangkringan, Sleman. BSMI telah membantu evakuasi korban luka bakar 70 persen di Dusun Pelemsari, Cangkringan dan memberikan bantuan bagi para korban Merapi.